Kategori
Uncategorized

5 Hal Ini Membentengimu dari Menghalalkan Segala Cara Demi Uang

5 Hal Ini Membentengimu dari Menghalalkan Segala Cara Demi Uang

Kita semua bekerja untuk mendapatkan uang. Artinya, kita sadar bahwa memiliki uang itu penting banget untuk menjaga kelangsungan hidup kita. Maka gak mengherankan bila nafsu akan harta bisa membuat kita menghalalkan segala cara demi mendapatkan sebanyak mungkin uang.

Namun tenang saja, sikap buruk seperti ini bukan gak bisa di cegah kok. Sekalipun kamu tetap bersemangat mencari uang, di lansir dari laman tequila-orendain.com kamu akan terhindar dari keserakahan bila memiliki lima hal di bawah ini.

1. Punya skill yang cukup untuk mendapatkan uang dengan cara halal

Di kutip dari Agen Club38, inilah pentingnya mau terus belajar dan mengembangkan diri. Agar dari waktu ke waktu, keterampilanmu bertambah. Jika skill-mu bertambah, sudah pasti itu akan sangat membantumu dalam mendapatkan penghidupan.

Lagi seret di satu bidang, kamu bisa menggunakan keterampilanmu di bidang yang lain. Kamu jadi lebih luwes dalam menemukan celah untuk mendapatkan rezekimu. Kalau skill-mu kurang, pilihan dalam hidupmu menjadi sangat terbatas.

2. Percaya banget karma itu ada

Mungkin kamu pernah mengalaminya sendiri dan benar-benar gak mau hal yang sama terulang kembali. Mungkin juga kamu hanya selalu belajar dari pengalaman orang-orang di sekitarmu. Sampai kamu tiba pada kesimpulan bahwa uang yang di peroleh dengan cara buruk gak akan bertahan lama.

Kalau kamu berbuat curang pada orang lain demi mendapatkan lebih banyak uang, cuma soal waktu untukmu juga akan merasakan sakitnya di curangi orang lain. Atau gak di curangi orang lain, tetapi ada saja kebutuhan-kebutuhan mendadak bernilai besar yang membuat tumpukan uangmu ludes juga.

3. Sangat menyayangi diri sendiri dan keluarga sehingga gak mau memberi makan dengan yang haram

Tentu saja kadang kamu juga ingin menyenangkan diri sendiri maupun keluargamu. Namun saat membayangkan kamu menafkahi diri sendiri maupun orang-orang yang menjadi tanggunganmu dengan uang haram, kamu benar-benar gak tega.

Sekalipun kamu bisa berusaha menutupi sumber uangnya, kamu tahu bukan begitu cara terbaik untuk menunjukkan rasa sayangmu pada siapa pun. Sebab mereka tentu akan sangat sedih, jijik, bahkan marah bila tahu kamu sampai berbuat yang gak patut demi menyenangkan mereka.

Dan bila uang haram itu hanya untuk menghidupi diri sendiri, kamu tak ubahnya terus menenggak racun. Lambat laun pasti akan terasa juga akibat buruknya bagimu. Ibaratnya, lebih baik makan sedikit tetapi jelas menyehatkan ketimbang makan banyak tetapi itu hanyalah makanan sampah.

4. Gak silau dengan harta, bisa hidup cukup pun sudah amat bersyukur

Jika memang jalan rezekimu bagus, tentu kamu gak akan dengan angkuh menolaknya. Akan tetapi menjadi kaya raya juga bukan tujuan utama dalam hidupmu. Asal gak hidup kekurangan saja bagimu sudah memuaskan.

Pas butuh, pas ada uanganya. Bisa menabung meski gak banyak dan bebas dari lilitan utang. Tentu kamu akan terus bekerja keras demi memperjuangkan kehidupan yang makin baik. Namun itu gak sama dengan menghalalkan segala cara demi mendapatkan lebih banyak uang.

5. Yang terpenting bagimu adalah ketenangan hidup

Kamu tahu bahwa memiliki cukup uang juga akan membuat hidupmu lebih tenang. Selalu ada tabungan kalau-kalau muncul kebutuhan mendesak. Akan tetapi bergelimang harta yang di peroleh dengan cara buruk hanya akan menghancurkan ketenangan hidup.

Itu akan membuatmu selalu merasa khawatir. Bermasalah dengan banyak orang, takut penyelewengan yang kamu lakukan terungkap, dan sebagainya. Kamu tahu gak akan kuat menjalani hidup dengan kondisi begini.

Dengan tugas besar untuk dapat hidup mandiri bahkan menjadi tulang punggung keluarga, memiliki sebanyak mungkin uang memang terdengar amat menggiurkan. Oleh karena itu, milikilah kelima hal di atas agar kamu terhindar dari berbagai masalah di kemudian hari akibat keserakahan.

Kategori
Uncategorized

Tiga Alasan Kita Gak Boleh Terbiasa Mendiamkan Chat dari Teman

Tiga Alasan Kita Gak Boleh Terbiasa Mendiamkan Chat dari Teman

Di lansir dari tequila-orendain.com, era digital seperti sekarang, kita memiliki akses yang gak terbatas terhadap berbagai alat atau media komunikasi. Tidak hanya telepon, kita juga semakin mudah berkomunikasi dengan orang lain. Melalui chat atau texting, baik di media sosial atau aplikasi tertentu.

Dalam berkomunikasi melalui chat, gak sedikit orang yang masih suka ‘menganggurkan’ chat dari temannya. Bisa berjam-jam atau bahkan berhari-hari sampai pesan itu gak berlaku lagi. Alasannya bermacam-macam, mulai dari sekadar malas, merasa insecure di mintai tolong. Merasa kurang akrab dengan orang yang mengirimkan chat tersebut, dan berbagai alasan lainnya.

Memang benar, kita tidak bisa selalu membalas chat dari teman dengan cepat karena bisa jadi kita sedang sibuk, sedang tidak membawa HP, atau berbagai alasan masuk akal lainnya. Tapi, kejadian tersebut tentunya gak terjadi setiap waktu, kan? Karena itu, sebaiknya jangan menjadikan hal tersebut sebagai sebuah kebiasaan.

Di kutip dari Agen Club38, berikut ini beberapa alasan kenapa kita gak boleh membiasakan diri menunda membalas chat dari teman.

1. Hubungan kita dengan orang lain akan terjaga dengan baik

Jika kita suka menunda membalas chat teman padahal orang tersebut tahu kalau kita sedang online, teman kita tersebut pasti akan merasa bahwa ia gak di hargai. Bukan gak mungkin, orang tersebut jadi malas berhubungan dengan kita. Bahkan, hubungan kita dengan teman kita tersebut bisa saja menjadi renggang. Duh, jangan sampai deh!

Sebaliknya, bila kita membiasakan diri untuk gak menunda chat teman, teman kita tersebut pasti akan merasa senang berkomunikasi dengan kita. Hubungan kita dengan teman tersebut pun dapat tetap terjaga dengan baik.

2. Kita bisa jadi akan mendapatkan perlakuan yang sama dari teman kita tersebut

Bila kita suka menunda membalas chat orang lain, gak menutup kemungkinan orang lain juga akan melakukan hal yang sama ke kita. Begitu pun sebaliknya, jika kita membiasakan diri untuk gak ‘menganggurkan’ chat orang lain, orang lain juga mungkin akan berusaha untuk gak menunda membalas chat kita.

Hal ini tentu sangat penting untuk diri kita sendiri. Who knows, siapa tahu nantinya kita chat orang lain karena ingin bertanya hal penting atau sedang butuh sesuatu yang harus di balas dalam waktu cepat.

3. Membiasakan ‘menganggurkan’ chat teman akan membentuk citra diri yang buruk di mata teman tersebut

Meski hanya sesederhana membalas chat teman, tapi hal ini pada akhirnya akan berpengaruh pada citra kita di mata orang lain, lho. Kita akan di anggap sebagai sosok yang menyebalkan, ‘si tukang ngilang’, atau bahkan di anggap sebagai sosok yang gak bertanggung jawab bila terbiasa ‘menganggurkan’ chat teman.

Pasti kamu gak mau kan di anggap sebagai sosok yang seperti itu di mata teman-temanmu, bukan? Karena itu, yuk usahakan bersikap responsif terhadap chat teman.

Kategori
Uncategorized

Lima Cara Salah Menanggapi Cerita Teman yang Buatnya Merasa Di Rendahkan

Lima Cara Salah Menanggapi Cerita Teman yang Buatnya Merasa Di Rendahkan

Mungkin bagimu ngobrol sama teman itu hal yang biasa. Hampir setiap kali bertemu kalian juga berbincang asik, kok. Tapi obrolan antar kawan ini bisa berakhir bencana, kalau kamu gak pintar menjaga sikap. Misalnya ketika temanmu sedang ngomong serius, tapi kamu malah menanggapinya dengan kelima cara di bawah ini.

Memang kamu gak ada niat buruk sama sekali. Namun nyatanya, tindakanmu ini justru membuat temanmu merasa sedang di remehkan, lho. Nah, gimana tuh? Makanya biar gak sampai kejadian lagi, ada baiknya kamu simak dulu apa saja cara salah menanggapi cerita teman yang di maksud. Di lansir dari tequila-orendain.com, berikut uraiannya.

1. Saat dia lagi cerita kamu malah fokus dengan HP atau hal lain di sekelilingmu

Di kutip dari Agen Club38, namanya juga orang lagi bercerita, ya penginnya di dengar dan di perhatikan, dong. Eh malah kamu asik sendiri main HP dan mengedarkan pandanganmu ke sekeliling. Bukannya fokus menyimak apa yang dia sampaikan. Iya, sih memang lama-lama bosan juga mendengarkan cerita orang yang gak ada ujungnya.

Tapi bukan begini juga cara protesnya. Kan, bisa kamu sampaikan dengan halus, kalau seharusnya dia ceritakan intinya saja. Wajar, dong temanmu marah melihat kamu asik sendiri begini, padahal apa yang dia katakan itu penting bukan sekadar basa-basi.

2. Beberapa kali kamu suka memintanya mengulang bagian yang terlewatkan

Akibat gak menyimak dengan baik, alhasil kamu sering memintanya untuk mengulang bagian yang tadi terlewatkan. Maksudnya biar kalau nanti di tanya pendapat, kamu gak kebingungan gitu. Tapi masa iya, sedari tadi temanmu sudah ngomong panjang lebar, masih harus mengulang lagi dari awal?

Ini, sih kelihatan banget kalau kamu gak memperhatikan kata-katanya. Coba bayangkan apa yang di pikirkan olehnya saat ini? Praktis, temanmu ini akan menganggap kamu gak menghargainya sama sekali, lho.

3. Belum juga dia selesai ngomong kamu sudah main tebak-tebakan

Maksud hati kamu ingin terlihat antusias dengan menebak-nebak arah pembicaraannya. Kalau betul, sih masih mending, ya. Tapi jika tebakanmu keliru, bukan hanya merasa di sela temanmu juga bakal berpikir kamu gak mau mendengarkan dulu penjelasannya.

Ingat, ya kamu bukan “orang pintar” yang bisa membaca pikiran orang. Apa beratnya, sih menyimak dulu cerita temanmu itu. Baru, deh kalau dia sudah selesai giliranmu untuk memberikan tanggapan.

4. Di tengah-tengah cerita kamu malah menyisipkan curhatan pribadimu sendiri

Cara yang satu ini gak jauh beda dengan poin sebelumnya. Ya, memang kamu gak berusaha menebak-nebak jalan ceritanya, tapi lebih parah mengganti kisah dia dengan curhatanmu sendiri. Jadi di tengah-tengah temanmu sedang bercerita, eh kamu malah menyisipkan kisah pribadimu.

Karena merasa apa yang dia beberkan itu sama dengan yang tengah kamu alami akhir-akhir ini. Maksudnya, sih biar bisa sekalian sharing gitu. Tapi caranya bukan begitu juga, dong. Biarkan temanmu menyelesaikan ceritanya dulu, baru nanti gantian, giliran kamu yang curhat.

5. Usai temanmu bercerita kamu malah langsung mengajaknya pulang. Seakan-akan obrolan ini sudah menyita banyak waktumu

Baru juga temanmu kelar menumpahkan uneg-unegnya. Bukannya memberi saran atau tanggapan, eh yang ada kamu malah langsung mengajaknya pulang tanpa ada basa-basi lagi. Jangan salahkan dia, kalau pada akhirnya temanmu ini mengira kamu sudah dari tadi menunggu dia selesai bicara dan ingin buru-buru pulang.

Seolah-olah karena dia banyak omong waktumu jadi tersita. Tega banget, sih. Walaupun memang buru-buru ingin pulang, setidaknya kasih tanggapan dulu, kek. Jangan main cabut begitu saja, dong!

Obrolan yang tadinya asyik-asyik saja ternyata bisa menimbulkan malapetaka kalau kamu gak mampu menahan diri, kan? Sedekat-dekatnya kamu sama teman, tetap gak boleh melakukan kelima sikap tadi, ya. Coba kalau posisinya di balik, kamu yang lagi curhat ke teman dan tanggapan mereka seperti itu.

Pasti kamu sendiri juga merasa kesal dan marah, kan? Makanya, kalau gak mau mengalami hal serupa, kamu harus mulai bersikap baik dulu, dong. Toh, gak ada ruginya, kok belajar menjadi pendengar yang bijak.

Kategori
Uncategorized

Tiga Teman yang Iri Denganmu, Jangan Lengah Biar Gak Nyesal Nanti!

Tiga Teman yang Iri Denganmu, Jangan Lengah Biar Gak Nyesal Nanti!

Di lansir dari tequila-orendain.com, seorang teman sejati, harusnya ketika melihatmu bisa sukses, akan sangat bahagia. Tapi tak begitu ketika timbul rasa iri dalam hati temanmu sendiri. Alih-alih bahagia, teman yang iri justru akan sengsara ketika melihatmu lebih sukses, lebih pintar, dan lebih-lebih lainnya.

Yang bahaya, iri pada teman sendiri ini sering kali tersembunyi. Sehingga kamu tak bisa jelas melihatnya. Tahu-tahu, kamu bakal merugi akibat sikapnya yang menusuk dari belakang.

Supaya kamu nggak menyesal di kemudian hari, berikut ini ciri-ciri teman yang menyimpan rasa iri padamu, yang mesti kamu kenali. Apa saja? Di kutip dari Agen Club38, berikut ini ciri-cirinya.

1. Sering meremehkan kemampuanmu

Kamu perlu waspada jika mendapati teman yang sering meremehkanmu. Hal itu bisa dalam bentuk ‘nasihat yang membangun’, atau dalam bentuk candaan yang sebenarnya mengecilkan nilai dirimu.

Teman yang baik, ia gak akan membuat lelucon yang bisa menjatuhkan kepercayaan dirimu. Justru tugas seorang temanlah untuk membuatmu mampu meyakini kemampuan yang kamu miliki, sehingga tak takut meraih impian yang kamu inginkan.

2. Sering mengikuti tindak-tandukmu

Risi gak, sih kalau segala aktivitas yang kamu lakukan, hingga cara berpakaianmu selalu di tiru. Hal tersebut bisa jadi pertanda bahwa temanmu memiliki obsesi untuk mengalahkanmu.

Karena itu, ia berusaha meniru, berharap sama bagusnya denganmu, bahkan melebihi. Ini terjadi karena ia merasa insecure dengan dirinya sendiri. Tak cukup percaya diri terhadap skill atau nilai diri yang di milikinya, sehingga ikut-ikutan kamu.

3. Tak mau kalah denganmu

Cara simpel untuk tahu teman menyimpan rasa iri, lihat deh respons dia saat kamu menyampaikan tentang prestasi kamu, atau tentang hal baik dalam hidupmu. Biasanya, teman yang iri gak akan mau kalah.

Sebagai contoh, kamu memberitahunya baru saja di ajak bibi jalan-jalan ke luar negeri. Ia pun akan mencerocos tentang pengalamannya ke luar negeri yang telah lebih dahulu dia lakukan.

Bahkan, hal simpel seperti kamu mendapatkan harga murah, dia pun gak mau kalah. Akan memberitahumu kalau kemarin dulu, dia juga mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari itu. Ugh!