Kategori
Uncategorized

Tidak Kalah Kental, Berikut Ini 3 Alternatif Sehat Maizena

Tidak Kalah Kental, Berikut Ini 3 Alternatif Sehat Maizena

Di lansir dari tequila-orendain.com, bagi mereka yang memiliki intoleransi gluten atau penyakit Celiac, maizena adalah alternatif terbaik. Namun, bagi pasien diabetes dan orang-orang yang ingin menekan kadar kolesterol, maizena bukan opsi yang baik. Selain itu, maizena juga tidak di anjurkan untuk orang-orang yang ingin mencegah obesitas. Ini karena maizena tinggi kalori dan karbohidrat.

Tak perlu bingung, di kutip dari IDN Poker APK, inilah beberapa alternatif sehat maizena yang dapat kamu pakai. Di jamin tidak kalah kental!

1. Tepung terigu

Alternatif pertama, kamu bisa pakai tepung terigu. Dari segi gizi, tepung terigu mengandung protein yang lebih tinggi, lebih sedikit karbohidrat, dan lebih banyak serat di banding maizena. Selain itu, tepung terigu juga lebih bergizi.

Menang di “ring” gizi, tepung terigu tidak seefektif maizena dalam hal kekentalan. Jadi, kamu butuh banyak tepung terigu agar hasilnya bisa sekental maizena. Aduklah tepung terigu dalam air hangat secara merata, lalu tuangkan ke dalam masakan untuk mengentalkannya. Jika tidak, kuah dan sup malah bisa menggumpal.

2. Tepung beras

Umum di temukan di hidangan Asia, tepung beras, sesuai namanya, di buat dari gilingan beras. Tepung beras menjadi bahan untuk membuat mi, sup, dan makanan penutup.

Termasuk dalam alternatif maizena yang sehat, tepung beras kaya akan nutrisi. Di sisi lain, tepung beras tinggi protein dan serat, serta kandungan karbohidratnya lebih sedikit daripada maizena.

Serupa dengan tepung terigu, campurkan tepung beras ke dalam air dingin atau hangat, dan aduk sampai merata sebelum di tuangkan ke dalam masakan. Jika tidak benar, malah membentuk gumpalan.

3. Tepung garut atau arrowroot

Alternatif ketiga adalah tepung garut atau arrowroot. Seperti tepung pada umumnya, tepung ini di buat dari rimpang tanaman famili Maranta. Dalam hal gizi, tepung garut memiliki lebih banyak serat dan kalsium di bandingkan maizena. Secara alami, tepung garut bebas gluten, sehingga cocok untuk mereka dengan intoleransi gluten.

Sebagai catatan, tepung garut tidak tercampur baik dengan susu dan produknya, tetapi kuah dengan tepung garut dapat di bekukan. Selain itu, untuk mendapatkan hasil optimal, gunakan tepung garut dua kali dari takaran maizena. Jika di campurkan dengan air, tepung garut dapat menciptakan kuah kental bening.

Kategori
Travel

3 Tempat Ziarah di Yogyakarta, Wisata Seru Selama Ramadan

3 Tempat Ziarah di Yogyakarta, Wisata Seru Selama Ramadan

Puasa bukan berarti bikin kita jadi malas dan ogah melakukan aktivitas seperti biasa. Idealnya, kita tetap bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan traveling pun gak boleh terlewatkan.

Wisata yang populer saat bulan puasa adalah ziarah ke makam tokoh tertentu. Salah satu kota dengan tempat ziarah paling ramai ada di Yogyakarta. Bisa di bilang Yogyakarta jadi gudangnya makam ulama, lho.

Membuat iman kita semakin kuat, di lansir dari tequila-orendain.com, berikut tiga tempat ziarah paling populer di Yogyakarta. Cocok buat ngabuburit bareng teman atau keluarga, nih!

1. Makam Imogiri

Di kutip dari IDN Poker APK, makam ini sangat populer, karena terdiri dari makam-makam Raja Mataram. Kerajaan Mataram di kenal sebagai kerajaan penganut Islam semasa berjaya. Makam ini tak pernah sepi traveler, apalagi saat akhir pekan.

Daya tarik Makam Imogiri ada pada desainnya yang memadukan Islam dan Hindu. Untuk menjangkaunya, kamu perlu menaiki 410 anak tangga. Tetap menjaga sikap dan menggunakan pakaian sopan, ya.

Lokasi: Kelurahan Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantuk, Yogyakarta

Jam operasional: setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB

Harga: sukarela

2. Makam Syekh Maulana Maghribi

Banyak yang belum tahu kalau Syekh Maulana Maghribi adalah nama asli Sunan Gresik. Ia di kenal sebagai Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Gak heran kalau makamnya tak pernah sepi.

Uniknya, kompleks makamnya berdekatan dengan Pantai Parangtritis, sehingga bisa sekalian melihat pemandangan pantai. Letak makamnya sendiri di atas bukit, kamu harus menaiki beberapa anak tangga dulu.

Lokasi: Jalan Parangtritis, Kelurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Yogyakarta

Jam operasional: setiap hari 24 jam

Harga: gratis

3. Kompleks Makam Dongkelan

Selanjutnya ada Kompleks Makam Dongkelan yang gak kalah ramai. Kompleks makam ini di bangun di sebelah Masjid Pathok Negara Dongkelan Kauman. Selalu ada santri yang datang setiap harinya.

Terdapat beberapa makam besar di sini. Paling populer makam K.H. M. Munawir alias Mbah Munawir. Dia di kenal sebagai ulama besar di zaman Belanda dalam perkembangan Islam di Yogyakarta.

Lokasi: Kelurahan Tirtomolo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Jam operasional: setiap hari 24 jam

Harga: gratis

Kategori
Travel

Wisata Religi Ramadan, Ini 3 Kampung Arab Terpopuler di Indonesia

Wisata Religi Ramadan, Ini 3 Kampung Arab Terpopuler di Indonesia

Indonesia di kenal sebagai negara yang memiliki beragam suku dan budaya. Salah satunya masyarakat keturunan Arab yang mendiami beberapa kota di Indonesia.

Itu kenapa cukup banyak perkampungan Arab yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kampung Arab memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari budaya, tradisi, hingga kuliner khasnya yang unik.

Saat Ramadan, kampung Arab menjadi salah satu destinasi yang ramai di kunjungi wisatawan. Selain menjadi wisata religi, kamu juga bisa mencicipi kuliner khas Arab. Di lansir dari tequila-orendain.com, berikut tiga Kampung Arab di Indonesia yang bisa jadi jujugan wisatamu.

1. Kampung Arab Pekojan

Di kutip dari IDN Poker APK, zaman dahulu kawasan ini merupakan pelabuhan tersibuk di dunia. Gak heran kalau banyak warga asing yang awalnya hanya ingin berdagang, tetapi justru menetap di kawasan Pekojan. Salah satunya warga Arab yang di perintahkan pemerintah Belanda untuk tinggal di sana.

Terdapat beberapa bangunan bersejarah di Pekojan. Tiga masjid tua telah berdiri sejak zaman kolonial yang kini menjadi cagar budaya, yakni Masjid Langgar Tinggi, Masji Annawier, dan Masjid Al-Anshor.

Lokasi: Jalan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

2. Kampung Arab Pekalongan

Kampung Arab Pekalongan menjadi destinasi wisata sejarah dan religi. Terdapat peninggalan orang Arab seperti masjid wakaf hingga bangunan dengan arsitektur khas Timur Tengah.

Saat Ramadan, komunitas Fest Kalongan kerap menggelar beberapa acara yang di lakukan sejak sore hari hingga waktu berbuka puasa. Pengunjung pun bisa mengikuti buka puasa bersama di sana.

Lokasi: Jalan Surabaya, Kelurahan Sugiwaras, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

3. Kampung Arab Surabaya Ampel

Kampung Arab Surabaya Ampel jujugan wisata religi dan sejarah Ramadan. Terdapat makam Sunan Ampel hingga kemeriahan Festival Kampung Arab yang bisa kamu kunjungi di kawasan ini.

Festival tersebut menampilkan musik gambus dan marching band yang di mainkan warga keturunan Arab. Selain itu, beragam kuliner hingga budaya khas Timur Tengah pun di suguhkan untuk pengunjung, seperti tato hena.

Lokasi: Jalan Ampel Kejeron I nomor 4, Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur.

Kategori
Travel

Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!

Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!

Di lansir dari tequila-orendain.com,Uzbekistan merupakan negara landlocked (tidak memiliki wilayah berupa lautan) di Asia Tengah. Yang di apit oleh beberapa negara yang uniknya semua berakhiran ‘tan’. Yaitu Turkmenistan, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyzstan, dan Afghanistan.

Uzbekistan dulunya adalah state atau negara bagian dari Uni Soviet. Sehingga Uzbekistan terkadang masih d sebut-sebut sebagai “bekas Soviet” atau “bekas komunisme”. Akan tetapi, semuanya telah berlalu dan negara ini kini berusaha terbuka lebar terhadap dunia. Dengan memamerkan destinasi-destinasi wisata andalannya, tidak lagi tertutup rapat bagaikan “tirai besi” seperti dulunya.

Tempat-tempat historis di Uzbekistan tidak terlepas dari sejarah peradaban Islam di Asia Tengah ratusan tahun yang lalu. Maka dari itu, situs-situs yang di banggakan negara ini rata-rata merupakan bangunan bercorak Islam khas Uzbekistan, yang berbeda dari negara-negara lainnya.

Kemajuan negara ini juga tidak terlepas dari sejarah geografis Jalur Sutera, jalur penghubung perdagangan Barat dan Timur. Kota-kota seperti Samarkand, Bukhara, dan Khiva dulu menjadi seperti transit hub atau tempat persinggahan para pedagang yang berlalu-lalang dari Barat-Timur dan sebaliknya.

Di kutip dari IDN Poker APK, berikut beberapa situs di Uzbekistan yang memiliki sejarah kaya. Dan panjang bahkan jauh sebelum pengaruh Uni Soviet. Yuk, simak bersama!

1. Registan

Bangunan-bangunan ini sekilas menyerupai masjid; tetapi sebenarnya bukan, melainkan madrasah (institusi pendidikan/sekolah religi dalam Islam). Ketiga madrasah besar tersebut di tambah dengan lapangan luas di tengah-tengah “membingkai” suatu kompleks yang di namakan Registan (dalam bahasa Persia berarti “gurun”).

Registan, yang di bangun mulai dari abad ke-15 sampai abad ke-17 ini berada di kota Samarkand, kota terbesar kedua di Uzbekistan. Sekilas melihat Registan, memang benar bahwa peradaban Islam berpengaruh sangat besar dalam pembangunan dan kemajuan kota ini. Kota Samarkand sendiri dulunya adalah ibu kota Kekaisaran Islam Timurid pada abad ke 14 dan 15.

Warna biru dan hijau mendominasi interior dan eksterior arsitektur-arsitektur bercorak Islam di Uzbekistan, khususnya juga Samarkand. Sebab, warna turquoise inilah yang menjadi ciri khas Arsitektur Timurid.

Di samping warna-warna yang cerah, ornamen-ornamen indah dengan kedetailan tingkat tinggi juga menghiasi hampir atau seluruh bagian madrasah-madrasah di kompleks Registan. Yang menarik adalah setiap madrasah memiliki kombinasi dekorasi yang unik dan berbeda satu sama lain.

2. Mausoleum Gur-e-Amir

Situs yang juga berlokasi di Samarkand ini merupakan mausoleum (bangunan khusus untuk makam) dari Amir Timur, pendiri kekaisaran Timurid (1370-1507), sekaligus pemimpin/Emir pertamanya.

Beliau merupakan seorang penakluk dan tokoh cerdas yang berperan besar dalam perluasan wilayah, pembangunan dan pengembangan berskala besar kota-kota di Uzbekistan, khususnya Samarkand. Di dalam kompleks Gur-e-Amir ini, terdapat pula makam anak, cucu, dan bahkan guru Amir Timur.

Interior makam keluarga ini di penuhi dengan lapisan-lapisan emas dan ubin-ubin bewarna biru sehingga dengan bantuan beberapa lampu, interiornya terlihat cukup “silau” dan begitu mewah. Hal ini di lakukan untuk menghormati Amir Timur sebagai tokoh yang amat penting pada masa keemasannya di kawasan Asia Tengah.

3. Observatorium Ulugh Beg dan Museum Observatorium

Tidak hanya Registan atau Makam Gur-e-Amir, terdapat juga sebuah bangunan yang merupakan saksi sejarah Islamic Golden Age di kota Samarkand, yaitu Observatorium Ulugh Beg.

Tempat ini dulunya adalah tempat penelitian ilmuwan-ilmuwan Timurid pada saat itu yang berperan dalam kemajuan bidang matematika dan astronomi. Fungsi utama di bangunnya tempat ini adalah untuk pengamatan bintang di angkasa.

Di seberang observatorium ini terdapat sebuah museum yang menyimpan manuskrip dan peralatan-peralatan astronomi yang di gunakan ilmuwan-ilmuwan Timurid pada masanya, meski beberapa merupakan replika. Eksterior museum pun di hiasi dengan ubin-ubin dekoratif yang juga dominan berwarna biru hijau yang menjadikannya tidak kalah menarik dari situs-situs lainnya.

Kategori
Uncategorized

Tampil Natural ala Korea, Ikuti 4 Langkah Mudah No Make Up Look Ini

Tampil Natural ala Korea, Ikuti 4 Langkah Mudah No Make Up Look Ini

Wajah tampak cantik natural dan glow up, cewek mana sih yang tidak ingin tampil seperti itu? Bagi sebagian orang yang tidak terlalu menyukai makeup, mengenakan riasan terlihat sangat berlebihan dan membuang waktu yang banyak.

Namun, semenjak meluapnya tren K-wave ke tanah air, para perempuan muda mulai suka dengan makeup hasil natural layaknya para idol dan artis Korea, hingga banyak yang mencoba berbagai macam produk makeup buatan Korea.

Di lansir dari tequila-orendain.com, banyak dari kaum hawa rela menghabiskan uang bulanan mereka agar tampak cantik di mata orang. Tren makeup natural ala Korea sudah sejak lama di gandrungi oleh banyak orang, karena tampilannya yang terkesan natural. Bahkan beberapa tahun terakhir Korea menjadi trendsetter untuk makeup dan fashion khususnya di Asia.

Di kutip dari IDN Poker APK, tren “Make Up No Make Up” adalah sebuah konsep makeup Korea kekinian yang saat ini sukses menarik hati banyak perempuan yang ingin mengikuti riasan simpel tetapi tampak tidak seperti memakai makeup. Nah, Bagi kalian yang ingin mengetahui cara mudah untuk mengaplikasikan “No Make Up Look” simak tips berikut ini, ya!

1. Toner

Setelah membersihkan wajah dengan face wash, tuangkan toner pada kapas atau langsung pada telapak tangan dan aplikasikan ke seluruh wajah. Jangan lupa untuk menekan lembut dengan jari tangan.

2. Milk cleanser

Langkah kedua, menggunakan milk cleanser, ambil atau tuangkan pembersih pada kapas lalu usapkan ke seluruh wajah hingga merata.

3. Serum atau emulsion

Bagi wanita yang berusia 25 tahun ke atas di sarankan untuk mulai menambahkan serum atau emulsion ke dalam kulit cara rutin agar kulit wajah tetap sehat.

Tuang secukupnya dan aplikasikan pada beberapa titik seperti dahi, hidung, kedua pipi, dan dagu kemudian usap hingga merata sambil di tepuk-tepuk ringan agar serum menyerap ke dalam kulit.

Jika kalian masih di kalangan usia remaja atau di bawah 25 tahun bisa skip langkah ini.

4. Sunblock

Penting untuk di ingat, menggunakan sunblock tidak hanya saat berenang atau berjemur di bawah sinar matahari. Sunblock harus di aplikasikan sebelum makeup meskipun di dalam ruangan untuk menjaga agar wajah terlindungi dari paparan sinar UV.