Kategori
Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking – Pengolahan bahan pangan sayuran menggunakan teknik yang sama dengan pengolahan bahan pangan buah.

Buat kamu yang baru belajar masak, pasti sudah mendengar dan membaca banyak istilah memasak. Saking banyaknya, kamu sering tertukar dan salah mengartikan istilah-istilah tersebut.

Salah satunya adalah moist heat cooking atau lebih dikenal dengan teknik memasak panas basah menggunakan media air atau uap air. Biar nggak bingung lagi, dvouval.com siap membantu kamu yang sedang atau baru saja mulai belajar masak dengan mengenal teknik-teknik moist heat cooking. Yuk, disimak!

Simmering

Teknik memasak yang satu ini hampir sama dengan boiling. Hanya saja simmering dilakukan untuk bahan makanan bertekstur padat secara perlahan menggunakan api kecil. Teknik simmering dilakukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.

Kamu bisa menggunakan teknik yang satu ini untuk mengolah sop iga, sop buntut, atau rebung untuk bahan isian lumpia.

Poaching

Proses memasak bahan makanan dalam cairan yang terbatas dan api kecil. Tidak sedikit orang menggunakan api besar saat mengolah bahan makanan menggunakan teknik poaching ini.

Teknik poaching sering digunakan untuk menjaga tekstur bahan makanan agar tetap lembut saat disantap. Telur, ikan, dan beberapa jenis buah sering diolah menggunakan teknik tersebut.

Steaming

Teknik memasak menggunakan uap panas. Teknik memasak yang satu ini sering digunakan dalam mengolah hidangan nusantara maupun oriental. Sebut saja pepes, nasi tim, sampai cilok.

Teknik ini cocok digunakan untuk kamu yang sedang menjalani program diet karena dapat mematangkan makanan tanpa merusak bentuk, rasa, dan nilai gizi makanan itu sendiri.

Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah dan Teknik Panas Kering

Boiling

Teknik memasak dalam cairan yang mendidih. Teknik ini sering dipakai untuk mengolah berbagai jenis makanan, salah satunya sup.

Ada tips penting nih agar sup buatan kamu lebih nikmat. Masukkan daging bersamaan dengan air ke dalam panci agar kamu mendapatkan kaldu yang lebih kuat dan jernih.

Setelah itu, baru masukan sayuran agar kandungan vitamin di dalamnya tidak hilang. Selain itu, memasukkan sayuran di bagian terakhir dapat menjaga warna sayuran tetap cerah dan teksturnya tetap terjaga.

Stuffing

Memasak bahan makanan dalam cairan atau saus dengan perbandingan 1 : 1 dalam waktu yang lama. Teknik ini sering digunakan dalam hidangan kontinental untuk mengolah daging merah seperti daging sapi, domba, atau rusa.

Sebelum masuk ke tahap stuffing, daging yang sudah di potong dadu di tumis terlebih dahulu bersama bumbu dan rempah lain. Baru setelah itu kita dapat memasukkan kaldu, air, santan, atau cairan lainnya untuk kemudian dimasak perlahan-lahan menggunakan api kecil.

Blanching

Merebus bahan makanan di dalam air mendidih dalam waktu singkat. Selain mematangkan, tujuan blanching adalah untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada bahan makanan. Blanching sering digunakan karena dapat mematangkan bahan makanan tanpa mengubah warna, bentuk, dan tekstur.

Agar proses blanching maksimal, pastikan air yang digunakan benar-benar mendidih saat kamu akan memasukan bahan makanan.

Gimana? Udah gak bingung lagi, kan? Jangan lupa dicatat ya.