Kategori
REGIONAL

Lagu Daerah Sumsel yang Memiliki Makna Filosofis Hidup yang Dalam

Lagu Daerah Sumsel yang Memiliki Makna Filosofis Hidup yang Dalam

Lagu Daerah Sumsel yang Memiliki Makna Filosofis Hidup yang Dalam – Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak di ketahui lagi pembuat/pengarangnya.

Lagu daerah adalah lagu yang sengaja di ciptakan berkat hasil pengamalan di kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Itulah mengapa lagu daerah memiliki nilai yang sangat dalam, khususnya dalam filosofi kehidupan.

Seperti lagu daerah Sumatra Selatan ini, bukan hanya kita di ajarkan untuk berseni, namun juga memahami filosofi yang terkandung di aplikasi idn poker dalamnya. Nah, untuk memahami lebih dalam terkait apa filosofi yang di berikan. Ini dia daftarnya.

1. Dek Sangke

Dek sangke yang jika di terjemahkan ke bahasa Indonesia berarti tidak di sangka yang memiliki makna tidak disangka adanya kebohongan yang pada akhirnya pasti akan terbongkar.

Lagu yang memiliki lirik pantun ini menceritakan karakter seseorang yang tidak jujur. Seperti orang yang lemah, padahal berlagak kuat. Bisa juga di maknai dengan seseorang yang tidak punya apa-apa namun berlagak sok punya.

2. Sayang Selayak

Apa yang diajarkan di dalam lagu ini adalah rasa cinta damai dan rasa untuk saling mengayomi. Bukan hanya mencintai karena kita butuh dia di kehidupan kita, namun kita mencintai karena memang kita benar-benar ikhlas.

Lagu daerah Sumatra Selatan ini sering di bawakan untuk berbagai ajang dan sebagai sarana untuk menasehati. Dengan lirik yang sederhana, lagu ini tidak kehabisan makna bagi mereka yang mendengarkannya.

3. Sukat Malang

“Sukat Malang” yang berarti nasib yang malang adalah sebuah lagu yang menceritakan seseorang yang menyesali keadaan dirinya, dirinya yang hidup seorang diri, bernasib seperti bunga alang-alang yang tertiup angin, hidup tiada arah dan terombang-ambing. Lagu ini jelas mewakili isi perasaan orang-orang yang harus kehilangan seseorang yang dia kasihi.

Nah, walaupun harus menerima takdir yang demikian. Bukan waktunya terus meratapi kesedihan. Ingat, dirimu juga butuh untuk di bahagiakan.

4. Gending Sriwijaya

Lagu daerah Sumatera Selatan ini menggambarkan bagaimana kejayaan masa lalu Kerajaan Sriwijaya. Lagu “Gending Sriwijaya” di ciptakan oleh A. Dahlan Muhibat dan Nungtjik A.R. di tahun 1943. Lagu ini memiliki makna “Jas Merah”yang berarti jangan sesekali melupakan sejarah.

Apa yang penting di lagu ini adalah bahwa sejarah adalah nilai yang penting yang menjadi falsafah hidup. Sejarah adalah harta yang pusaka dan menjadi citra sebuah wilayah. Dengan mencintai sejarah juga menjadi jalan untuk tetap setia kepada negeri sendiri.

5. Idup Nak Rantau

Mereka yang pergi jauh mengadu nasib ke negari orang dan berusaha mencari jati diri namun ujungnya di khianati sangatlah pas untuk menyanyikan lagu ini.

Sebab lagu ini menceritakan tentang seseorang yang telah berjuang di tanah rantau namun akhirnya dia harus mendapati dirinya di khianati oleh kekasihnya yang tega menikah dengan orang lain.