Kategori
Society

Dirut Garuda: Jangan Sampai Masyarakat Berlibur ke Luar Negeri

Dirut Garuda: Jangan Sampai Masyarakat Berlibur ke Luar Negeri

Dirut Garuda: Jangan Sampai Masyarakat Berlibur ke Luar Negeri – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengatakan pemulihan sektor setelah dihantam badai Covid-19 sejak Maret lalu, sangat tergantung pada wisatawan nusantara atau domestik.

Ketika menghadiri pertemuan anggota Panitia Kerja (Panja) Komisi Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR RI, Irfan mengatakan saat ini belum bisa berharap banyak pada wisatawan mancanegara (wisman). April dan Mei lalu kunjungan wisman ke Indonesia turun drastis masing-masing sebesar 87,44% (yoy) dan 86,9% (yoy). 

Irfan berharap Juli ini sektor pariwisata akan kembali pulih. Namun, ia mengatakan pemulihannya belum bisa berharap banyak pada kunjungan wisman. Penyebab, jumlah negara dengan jumlah wisman terbesar yang datang ke Indonesia.

“Perlu penting buat kita untuk meningkatkan kepercayaan atau kepercayaan diri masyarakat untuk terbang lagi,” katanya.

Selain membangun kembali kepercayaan masyarakat, dilakukan pula yang dilakukan Garuda untuk bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk melakukan kampanye atau promosi penerbangan. “Kita akan bangkit kembali ke Bali,” katanya. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku dirinya khawatir, jika tidak didorong dari sekarang, masyarakat akan berbondong-bondong ke luar negeri begitu pandemik COVID-19 selesai.

“Ini penting jangan sampai begitu pandemik selesai, masyarakat berlomba liburan ke luar negeri,” kata Irfan dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Jakarta.

1. Manfaatkan media sosial

Salah satu caranya dengan mendorong pemanfaatan media sosial. Irfan mengatakan, Garuda Indonesia kini memaksimalkan Instagram dan YouTube untuk mengajak masyarakat, khususnya millennial untuk berwisata.

“kita ada campaign, bukan terbang sama Garuda tapi mengajak orang travelling. Dua medsos ini kami yakin banyak dikunjungi. Kita juga pantau ketat apa yang diakses teman-teman millennial,” ujarnya.

Kampanye ini dilakukan untuk mendorong rasa percaya diri masyarakat untuk terbang dengan penerapan protokol kesehatan yang ada di Garuda Indonesia.

2. Target penumpang Garuda Indonesia belum tercapai

Beban berat dialami Garuda Indonesia karena meski memasuki new normal atau normal baru, target penumpang mereka belum terlihat akan tercapai. Menurut Irfan, masalah ini terjadi karena kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian belum pulih.

“Ada 3 tipe masyarakat yang terbang. Pertama, mereka yang harus terbang seperti dinas dan keperluan sosial. Kedua, mereka yang keperluannya sosialisasi. Ketiga untuk keperluan berlibur. Hari ini mayoritas penerbangan Garuda mereka ‘yang harus terbang’. Yang mau terbang itu belum terbang hari ini. Sehingga penting untuk meningkatan confident masyarakat,” kata Irfan memaparkan.

3. Dampak COVID-19 ke Garuda Indonesia

Dalam rapat tersebut, Irfan memaparkan terjadi penurunan wisatawan mancanegara hingga 87 persen di bulan April dan 90 persen di bulan Mei. “Kita harap pariwisata mulai meningkat di Juni ini tapi kami saksikan ada beberapa hal dalam menyikapi pariwisata ini,” katanya.

Perubahan ini terjadi karena ada 5 negara yang membatasi warga negaranya berpergian ke luar negeri. Padahal kelima negara tersebut menjadi penyumbang terbesar wisman ke Indonesia, salah satunya adalah Australia.

Kategori
Society

5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh! Mendengar nama Belanda, Kamu pasti langsung teringat kincir angin dengan kebun tulipnya yang memesona. Belanda bahkan menjadi salah satu negara tujuan wisata dan kuliah terfavorit bagi orang Indonesia. Gak sedikit orang yang ingin menginjakkan kakinya di negeri kincir angin ini, mungkin termasuk kamu.

Sebagai negara maju, ada banyak hal yang bisa kamu teladani dari masyarakat Belanda. Salah satu hal tersebut adalah kepedulian warga Belanda terhadap lingkungan. Yuk, simak beberapa hal berikut Daftar Kiss918 ini

1. Kebiasaan bersepeda

biking 718d4d3181cc17f4191036d7a40f2fe8 - 5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

Penduduk Belanda dikenal sangat gemar bersepeda. Bersepeda gak hanya dipakai untuk kegiatan rekreasi, namun juga dianggap sebagai kegiatan rutin harian. Gak sedikit orang Belanda yang pergi ke kantor atau ke tempat umum dari rumahnya dengan bersepeda. Di Belanda, keberadaan pesepeda sangat dihargai. Bahkan di berbagai kota di Belanda, terdapat lajur khusus pesepeda yang umumnya ditandai dengan aspal berwarna merah.

Selain menghemat biaya transportasi dan mengurangi kemacetan, kebiasaan bersepeda ini tentunya membawa dampak baik terhadap lingkungan karena bisa mengurangi polusi udara dan suara.

2. Sering menggunakan transportasi umum

bus a8d2a4eeb715a67193a9723cf9f22678 - 5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

Selain bersepeda, pilihan mobilitas lain yang juga banyak dimanfaatkan masyarakat Belanda adalah kendaraan umum. Beragam jenis transportasi umum di Belanda, seperti bus, kereta api, tram, bus air, dan lain sebagainya sangat digemari masyarakat untuk bepergian terutama jarak jauh. Kebiasaan pergi dengan kendaraan umum tentu saja sangat baik karena bisa mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara.

3. Membawa tas atau kantong plastik sendiri saat berbelanja

own bag bb4da19b9a15cedb3c2a9551f484aaf2 - 5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

Saat berbelanja ke pasar, toko, atau supermarket, orang Belanda umumnya akan membawa sendiri tas atau kantong plastik belanjaan mereka dari rumah. Gak seperti di Indonesia, pihak supermarket di negeri itu memang gak memberikan kantong plastik secara cuma-cuma. Kalau kamu lupa membawa tas belanjaan dari rumah dan memang membutuhkan kantong plastik, maka kamu harus membeli kantong plastik tersebut.

Selain bisa menghemat uang, kebiasaan membawa tas belanjaan saat berbelanja tentu saja bisa membawa dampak positif bagi lingkungan. Pencemaran lingkungan oleh limbah plastik pun bisa berkurang.

4. Menggunakan barang bekas yang masih layak pakai

barang bekas abd44f9359c27e2a65cc09f4b044f9eb - 5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

Kalau memang kondisinya masih dianggap layak, orang Belanda gak akan segan menggunakan barang-barang bekas tersebut. Orang Belanda umumnya gak akan membuang suatu barang kecuali jika barang tersebut dalam kondisi yang benar-benar rusak. Bahkan di Belanda, ada banyak toko dan pasar terbuka yang khusus menjajakan barang-barang bekas (second-hand).

Toko dan pasar tersebut pun gak pernah sepi oleh pembeli. Dengan kualitas yang gak jauh berbeda dengan barang baru, barang bekas bisa kamu dapatkan dengan harga yang jauh lebih murah. Kebiasaan ini pun tentunya berpengaruh positif ke lingkungan karena bisa mengurangi volume sampah.

5. Gak membuang sampah sembarangan, dan membuangnya ke tempat sampah sesuai jenisnya

organic bf83897c4c8753e2b4ffb0430ed3b2be - 5 Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

Orang Belanda dikenal tertib. Mereka gak akan membuang sampah di sembarang tempat. Coba tengok kalau kamu lagi traveling ke Belanda, kamu akan menemukan lingkungan yang cukup bersih, bukan?

Selain mau menjaga kebersihan lingkungan sekitar, orang Belanda juga akan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah plastik, kertas, dan organik. Dengan memisahkan ketiga jenis sampah tersebut, maka proses daur ulang sampah pun dapat menjadi lebih mudah.

 

Kategori
Society

Kaya Bukan segalanya, kaya hanyalah sebuah rasa….

Kaya Bukan segalanya, kaya hanyalah sebuah rasa….

Orang Kaya Baru - Kaya Bukan segalanya, kaya hanyalah sebuah rasa….Kaya Bukan segalanya, kaya hanyalah sebuah rasa….  Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat kaya raya membawa anaknya bepergian ke suatu negara. Sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana Download IDN Poker kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, “Bagaimana perjalanan tadi?” “Sungguh luar biasa, Pa.” “Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah. “Iya, Pa,” jawabnya. “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, “Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki 5 ekor kambing .
Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya.
Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison.
Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang.
Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.
Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri.
Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.”

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, “Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita.”.

Sahabat, Kaya adalah ketika kita ringan berbagi, Kaya itu tidak pernah mengeluhkan apa yang telah terjadi dan yang sedang terjadi, Kaya adalah mensyukuri dan menikmati segala bentuk pemberian, Kaya adalah kita mampu merasakan kebahagiaan ketika saudara atau tetangga kita sedang berbahagia, Kaya adalah kemampuan meringankan penderitaan orang lain. Kaya bukan menunggu datangnya banyak harta. Dan Kaya yang sesungguhnya adalah ketika kita amat sangat dekat dengan SANG MAHA KAYA, Allah SWT.