Kategori
Cooking

Langkah Melakukan Teknik Flambe

Langkah Mudah Melakukan Teknik Flambe

Langkah Melakukan Teknik Flambe – Teknik flambe pernah ditampilkan pada kompetisi memasak MasterChef Indonesia Season 3. Memang, cukup sulit untuk bisa menghasilkan teknik memasak ini sebab fokus utamanya adalah penggunaan suhu panas yang tinggi.

Pernah melihat seseorang memasak dengan api yang berkobar di dalam teflon atau wajan yang sedang mereka pakai? Entah itu di hotel, kelas memasak, acara memasak di televisi, atau bahkan abang-abang tukang nasi goreng di pinggir jalan. Pasti pernah, ya.

Teknik memasak yang mereka pakai disebut dengan flambe. Nah, selain untuk menghibur tamu restoran, flambe juga berfungsi untuk menambahkan aroma tertentu pada hidangan tertentu seperti Steak Diane, Bomba Alaska, dan Bananas Foster.

Pada umumnya, flambe akan terjadi jika kamu menuangkan alkohol seperti wine atau rum ke dalam wajan panas sehingga menimbulkan aroma dan rasa khas yang keluar dari proses karamelisasi tersebut.

Untuk kamu yang tidak mengonsumsi alkohol, tenang. Kamu masih bisa melakukan teknik menggunakan mentega dan minyak. Makanan kamu pun akan tetap memiliki aroma dan rasa smokey yang tidak kalah enaknya.

Karena flambe hanya dilakukan oleh chef profesional, ada baiknya kamu ikuti langkah-langkah dari webingmedia.com saat akan memasak menggunakan teknik memasak asal Perancis tersebut. Perhatikan baik-baik, ya!

Menyiapkan bahan makanan

Setelah kamu menemukan alkohol yang tepat, langkah berikutnya adalah menyiapkan bahan makanan yang akan kamu buat.

Jika kamu akan membuat Banana Foster, potong-potong terlebih dahulu pisang yang akan digunakan. Lalu beberapa sendok makan mentega dan gula pasir. Dan tentu saja, rum yang berperan penting dalam menambahkan aroma dan rasa.

Tuangkan alkohol

Angkat dan pindahkan teflon sejauh mungkin dari kompor. Hal ini dilakukan agar api dari kompor tidak menyambar alkohol yang sedang kamu tuangkan ke dalam teflon. Kemudian tuangkan alkohol ke dalam teflon.

Melembutkan Tekstur Sebuah Hidangan Sehingga Lebih Enak Ketika Dikonsumsi

Memilih alkohol yang akan digunakan

Pilih minuman yang mengandung 40% alkohol seperti rum atau cognac. Boleh menggunakan wine, tapi kamu harus bersabar karena api tidak akan langsung menyambar teflon dan membakar makanan kamu karena kandungan alkohol dalam wine terbilang cukup rendah.

Pastikan juga kalau alkohol yang akan kamu gunakan dalam suhu ruangan. Itu karena alkohol dalam keadaan dingin tidak akan memicu api saat dituangkan ke dalam teflon.

Panaskan teflon

Setelah semua bahan siap, panaskan teflon. Tambahkan 1-2 sdm mentega. Tunggu hingga mentega benar-benar meleleh dan menimbulkan suara letupan-letupan kecil yang khas.

Setelah teflon benar-benar panas, masukkan potongan pisang dan 1 sdm gula pasir. Aduk sebentar dan diamkan hingga pisang terkaramelisasikan dengan sempurna.

It’s flambe time!

Setelah alkohol dituangkan ke dalam teflon, miringkan sedikit teflon ke arah api dan api akan segera menyambar dan berkobar di atas teflon. Pastikan posisi kamu berada cukup jauh dari kompor, ya.

Jangan lupa untuk menggoyang-goyangkan teflon agar terbakar dengan sempurna. Lalu, biarkan di atas kompor hingga api padam dengan sendirinya. Jika api dalam teflon sudah padam, matikan kompor dan hidangkan Banana Foster buatan kamu dengan satu sendok penuh es krim vanilla.

Gampang-gampang susah, ya. Jika kamu sering melakukan teknik ini dan di awasi oleh orang profesional, di jamin deh kamu bakal jago dan jadi masterchef di rumah!

Kategori
Cooking

Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking

Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking, Sudah Pernah Coba?

Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking – Teknik slow cooking atau memasak dengan suhu rendah dalam waktu yang lama adalah salah satu teknik memasak yang terkenal ampuh melezatkan masakan.

Dari beragam jenis teknik yang ada, salah satu yang paling populer adalah dengan menggunakan teknik slow cooking. Seperti namanya, memasak dengan tempo yang lama ini bertujuan untuk membuat bahan makanan yang digunakan tidak mudah hancur. Selain itu, penggunaan bumbunya pun dimaksudkan agar meresap secara sempurna ke dalam bahan makanan tersebut.

Untuk kamu yang penasaran bagaimana tips memasak dengan menggunakan teknik slow cooking dengan baik. Dilansir geneannsyarns.com ini daftarnya!

Gunakan bahan makanan yang bertekstur keras

Seperti yang kita ketahui bila memasak dengan menggunakan teknik seperti ini pasti durasi pemasakan yang dilakukan juga cukup lama. Untuk menghindari bahan makanan yang akan hancur, maka hindari penggunaan bahan yang bertekstur lembek. Ini lah mengapa bahan makanan yang umum dimasak dengan menggunakan slow cooking adalah daging.

Pastikan suhu dan api tetap stabil selama pemasakan 

Salah satu penentu dari keberhasilan memasak adalah suhu dan api yang digunakan. Untuk jenis memasak yang satu ini, disarankan menggunakan api kecil dengan suhu yang stabil sejak awal memasak sampai dengan selesai. Hal ini untuk memastikan bahwa kematangan dan bumbu yang meresap dapat merata sempurna.

Menghasilkan Daging yang Berserat Lembut dan Kaya Bumbu

Durasi memasak selama lebih dari 3 jam

Untuk memaksimalkan hasil masakan yang diolah dengan menggunakan teknik slow cooking, tentunya durasi merupakan salah satu yang patut yang kamu perhatikan. Umumnya, untuk teknik memasak yang satu ini, durasi yang digunakan lebih dari 3 jam. Hal ini tentu saja untuk memastikan semua rempah yang digunakan meresap secara sempurna pada bahan makanan yang digunakan.

Gunakan bumbu yang lebih banyak

Tentunya karena memasak dengan menggunakan teknik slow cooking ini membutuhkan waktu yang lama, maka rempah atau bumbu yang digunakan juga harus dilebihkan atau diperbanyak. Namun, pastikan takaran yang digunakan tidak berlebihan dan membuat cita rasa dari masakanmu menjadi tidak lezat. Dengan begitu, maka hasil dari memasak dengan menggunakan teknik seperti ini dapat menjadi lebih maksimal.

Gunakan penutup pada wadah memasak

Satu hal sepele yang tak boleh kamu lewatkan pada saat memasak dengan menggunakan teknik slow cooking adalah penutup wadah. Dikarenakan durasi yang cukup lama, maka penutup wadah sangat direkomendasikan untuk digunakan agar kematangan dapat merata secara sempurna.

Nah, beberapa tips di atas dapat menjadi informasi menarik untukmu yang ingin mencoba memasak dengan menggunakan teknik slow cooking. Kuncinya adalah tetap sabar menunggu hingga matang, ya!

Kategori
Cooking

Olahan Khas Nusantara yang Diolah dengan Teknik Slow Cooking

Olahan Khas Nusantara yang Diolah dengan Teknik Slow Cooking, Lezat!

Olahan Khas Nusantara yang Diolah dengan Teknik Slow Cooking – Teknik memasak dengan cara lambat atau slow cooking tentu saja membutuhkan waktu yang lama. Salah satu kegunaannya agar daging yang digunakan bisa matang secara keseluruhan,  rasanya pun lebih tajam.

Dalam urusan memasak memang ada beragam jenis istilah yang digunakan, salah satunya adalah slow cooking. Teknik memasak ini merupakan cara yang digunakan untuk membuat suatu olahan menjadi lebih empuk dengan pemasakan yang relatif lama, namun tanpa menyusutkan kuahnya. Selain akan membuat bahan makanan jadi lebih empuk, tentunya juga akan membuat bumbu di dalamnya lebih meresap.

Untuk kamu yang penasaran apa saja olahan khas Nusantara yang biasa diolah dengan teknik slow cooking, berikut kutipan stpauljaycees.org daftarnya.

Rendang

Makanan khas Minang ini juga bisa diolah dengan menggunakan teknik slow cooking, namun dengan catatan bahwa daging rendangnya telah direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran. Hal ini dikarenakan proses pengolahan dengan slow cooking akan mencampurkannya dengan bumbu. Daging rendang pun akan empuk tanpa khawatir hancur.

Bubur kacang ijo

Tak dapat ditampik bahwa pengolahan bubur kacang ijo memang sangat menyita waktu. Oleh sebab itu, banyak yang menggunakan teknik slow cooking untuk memaksimalkan agar teksturnya lebih empuk dengan cepat.  Selain itu, kuahnya juga tak akan menyusut dan cita rasa bahan dasar yang digunakan lebih terasa secara penuh.

Beberapa Bahan Rempah-Rempah di Dalamnya Agar Saat Makan Bumbunya Bisa Terasa di Lidah

Rawon

Olahan lezat dengan cita rasa yang sangat menggugah selera ini memang sering sekali menjadi pilihan banyak orang untuk santap siang atau pun sekadar santai.

Namun, pernahkah kamu mendapatkan daging rawon yang alot? Bila iya, mungkin saja pengolahanannya tidak cukup lama dalam menggunakan teknik slow cooking. Padahal, dengan cara begitu maka daging rawon akan tetap empuk dan rempahnya akan menggugah selera.

Gudeg

Siapa yang menyukai olahan khas Yogyakarta ini? Menu gudeg memang dirasa lebih cocok diolah dengan menggunakan teknik slow cooking. Tak perlu khawatir soal kuah karena tak akan menyusut, justru cita rasanya akan lebih meresep. Kamu juga akan merasakan tekstur bahan yang jauh lebih lembut merata.

Sop buntut

Mirip dengan proses pengolahan rendang, untuk sop buntut juga harus melalui proses perebusan agar tak ada kotoran sebelum diolah dengan teknik slow cooking. Nantinya olahan daging yang digunakan akan terasa lebih empuk. Tak hanya itu, bumbu yang digunakan pada menu ini juga meresap sempurna.

Nah, beberapa olahan khas Nusantara di atas merupakan contoh yang diolah dengan menggunakan teknik slow cooking. Mana yang paling bikin perut keroncongan?

Kategori
Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking – Pengolahan bahan pangan sayuran menggunakan teknik yang sama dengan pengolahan bahan pangan buah.

Buat kamu yang baru belajar masak, pasti sudah mendengar dan membaca banyak istilah memasak. Saking banyaknya, kamu sering tertukar dan salah mengartikan istilah-istilah tersebut.

Salah satunya adalah moist heat cooking atau lebih dikenal dengan teknik memasak panas basah menggunakan media air atau uap air. Biar nggak bingung lagi, dvouval.com siap membantu kamu yang sedang atau baru saja mulai belajar masak dengan mengenal teknik-teknik moist heat cooking. Yuk, disimak!

Simmering

Teknik memasak yang satu ini hampir sama dengan boiling. Hanya saja simmering dilakukan untuk bahan makanan bertekstur padat secara perlahan menggunakan api kecil. Teknik simmering dilakukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.

Kamu bisa menggunakan teknik yang satu ini untuk mengolah sop iga, sop buntut, atau rebung untuk bahan isian lumpia.

Poaching

Proses memasak bahan makanan dalam cairan yang terbatas dan api kecil. Tidak sedikit orang menggunakan api besar saat mengolah bahan makanan menggunakan teknik poaching ini.

Teknik poaching sering digunakan untuk menjaga tekstur bahan makanan agar tetap lembut saat disantap. Telur, ikan, dan beberapa jenis buah sering diolah menggunakan teknik tersebut.

Steaming

Teknik memasak menggunakan uap panas. Teknik memasak yang satu ini sering digunakan dalam mengolah hidangan nusantara maupun oriental. Sebut saja pepes, nasi tim, sampai cilok.

Teknik ini cocok digunakan untuk kamu yang sedang menjalani program diet karena dapat mematangkan makanan tanpa merusak bentuk, rasa, dan nilai gizi makanan itu sendiri.

Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah dan Teknik Panas Kering

Boiling

Teknik memasak dalam cairan yang mendidih. Teknik ini sering dipakai untuk mengolah berbagai jenis makanan, salah satunya sup.

Ada tips penting nih agar sup buatan kamu lebih nikmat. Masukkan daging bersamaan dengan air ke dalam panci agar kamu mendapatkan kaldu yang lebih kuat dan jernih.

Setelah itu, baru masukan sayuran agar kandungan vitamin di dalamnya tidak hilang. Selain itu, memasukkan sayuran di bagian terakhir dapat menjaga warna sayuran tetap cerah dan teksturnya tetap terjaga.

Stuffing

Memasak bahan makanan dalam cairan atau saus dengan perbandingan 1 : 1 dalam waktu yang lama. Teknik ini sering digunakan dalam hidangan kontinental untuk mengolah daging merah seperti daging sapi, domba, atau rusa.

Sebelum masuk ke tahap stuffing, daging yang sudah di potong dadu di tumis terlebih dahulu bersama bumbu dan rempah lain. Baru setelah itu kita dapat memasukkan kaldu, air, santan, atau cairan lainnya untuk kemudian dimasak perlahan-lahan menggunakan api kecil.

Blanching

Merebus bahan makanan di dalam air mendidih dalam waktu singkat. Selain mematangkan, tujuan blanching adalah untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada bahan makanan. Blanching sering digunakan karena dapat mematangkan bahan makanan tanpa mengubah warna, bentuk, dan tekstur.

Agar proses blanching maksimal, pastikan air yang digunakan benar-benar mendidih saat kamu akan memasukan bahan makanan.

Gimana? Udah gak bingung lagi, kan? Jangan lupa dicatat ya.

Kategori
Cooking

Tips Dasar Saat Memasak Chinese Food

Tips Dasar Saat Memasak Chinese Food

Tips Dasar Saat Memasak Chinese Food – Ada sangat banyak masakan Cina yang mungkin ingin Anda sajikan, tetapi sebelum Anda mulai menguasai cara menghidangkan masakan Cina, ada beberapa dasar yang harus dipelajari.

Siapa yang suka chinese food? Jenis makanan satu ini memiliki penggemar di berbagai penjuru dunia. Terkenal akan cita rasanya yang gurih dan bikin ketagihan, tak jarang chinese food selalu jadi pilihan bagi para pecinta kuliner saat sedang memilih hidangan untuk disantap.

Meski banyak ditemui, ternyata chinese food gak bisa sembarang masak lho! Ada beberapa tips dasar dari taupier.net yang harus kamu terapkan ketika masak chinese food, apa saja?

Peralatan memasak yang diperlukan

Wok adalah peralatan memasak yang memiliki bentuk mirip wajan namun lebih cekung dan biasanya berukuran lebih besar karena bisa digunakan untuk memasak berbagai jenis makanan dalam satu tempat. Kamu pasti hampir selalu menemui koki di restoran chinese food memasak dengan menggunakan wok.

Wok selalu dipilih karena mampu menyebarkan panas secara merata dan hanya menggunakan sedikit minyak untuk menggoreng jika dibandingkan dengan wajan biasa.

Mempersiapkan daging dan ikan

  • Selalu marinasi daging segar.
  • Jika marinasi membutuhkan tepung maizena, tambahkan terakhir. Ini akan bertindak sebagai pengikat.
  • Selalu potong daging sapi melawan serat. Ini membantu membuatnya lebih empuk.
  • Potong daging menjadi potongan yang seragam agar matang lebih merata dan secara bersamaan.
  • Saat memasak daging atau unggas, pastikan wajan sangat panas sebelum menambahkan makanan.
  • Jika menyiapkan daging dan sayuran tumis, tumis daging terlebih dahulu, sisihkan.

Setiap Resep Berbeda – Beda Ada Beberapa Teknik yang Harus Anda Gunakan

Prinsip umum memasak chinese food

  • Usahakan untuk mencampur daging dan sayuran dalam suatu hidangan agar terdapat variasi rasa, tekstur, dan warna yang menarik. Orang Tiongkok percaya bahwa penting untuk menemukan keseimbangan dan harmoni dalam setiap aspek kehidupan, termasuk makanan.
  • Bahan makanan yang segar adalah yang terbaik: selalu gunakan bahan-bahan segar jika memungkinkan.
  • Pastikan semua telah disiapkan sebelum mulai memasak: sayuran dicuci, dikeringkan dan dipotong; daging dipotong dan diasinkan; serta saus yang sudah disiapkan.

Mempersiapkan sayur-sayuran

  • Cuci sayuran berdaun hijau sebelumnya. Ini memberi lebih banyak waktu untuk mengering sehingga tidak terlalu basah saat ditumis.
  • Letakkan semua sayuran yang dipotong di atas nampan atau loyang. Dengan begitu, kamu tidak akan melupakan apa pun. Berhati-hatilah untuk tidak mencampurnya, karena waktu memasak akan bervariasi di antara sayuran.
  • Saat menumis sayuran, masukkan sayuran yang paling keras dan paling tebal terlebih dahulu. Sayuran seperti brokoli, wortel, dan kubis perlu dimasak lebih lama agar empuk dan matang.
  • Jika kamu tidak yakin bagaimana cara memasak sayuran, cukup tumis sayuran secara terpisah. Jangan pernah terlalu lama menumis sayuran karena tekstur dan rasa akan berubah.

Mempersiapkan bumbu

  • Selalu gunakan jahe segar, bukan jahe bubuk.
  • Jika kamu tim anti-micin, gunakan gula sebagai pengganti MSG (Monosodium Glutamat).
  • Rumus untuk mencampurkan tepung maizena dan air adalah 1:2 atau 1:4. Misalnya 1 sendok makan tepung maizena dicampur dengan 2 sendok makan air.
  • Jangan gunakan lebih banyak tepung maizena dari yang diminta dalam resep.

Itulah tips dasar dalam memasak chinese food yang wajib kamu pahami agar hasilnya bisa lezat maksimal, selamat memasak!