Kategori
REGIONAL

Buron 11 Tahun, Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Di Amankan di Depok

Buron 11 Tahun, Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Di Amankan di Depok

Di lansir dari tequila-orendain.com, Tim Kejari Sulawesi Barat dan Kejari Kota Depok menangkap buron kasus pengadaan proyek fiktif Bank BPD Sulawesi Barat, Meryasti Tangke Padang (42). Setelah 11 tahun melakukan pelarian, Meryasti di amankan di kontrakan tempat persembunyinnya, di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Sementara ini Meryasti di tempatkan di Kejari Kota Depok untuk kemudian di bawa ke Mamuju Sulawesi Barat.

Di kutip dari IDN Poker APK, “Terpidana kami tangkap yang sebelumnya sempat buron karena melarikan diri di hadapan suaminya,” ujar Kasi Intel Kejari Sulawesi Barat, Irvan Samosir, Jumat (9/4/2021).

1. Walaupun tengah hamil sembilan bulan, Meryasti tetap di bawa ke Sulawesi Barat

Irvan menjelaskan, saat di tangkap Meryasti sedang hamil sembilan bulan. Untuk kesehatan Meryasti, pihaknya akan melakukan penanganan hingga eksekusi hukuman.

“Sedang hamil sembilan bulan, kami tetap melakukan penanganan dan akan membawanya ke Sulawesi Barat,” terang Irvan.

2. Meryasti berada di lokasi persembunyiannya di Kota Depok selama enam bulan

Irvan menjelaskan, selama pelariannya Meryasti kerap berpindah tempat tinggal untuk menghindari hukuman yang akan di terimanya, yakni empat tahun penjara. Meryasti sudah berada di lokasi persembunyiannya di Kota Depok selama enam bulan.

“Ini tersangka ke tujuh yang sudah di tangkap, masih ada tiga tersangka lainnya yang kami kejar,” ucap Irvan.

3. Meryasti mendapatkan uang sebesar Rp1 miliar hasil dari pengadaan proyek fiktif

Irvan menuturkan, sebelumnya Meryasti bersama terpidana lainnya mengajukan pengadaan proyek fiktif ke Bank BPD Sulawesi Barat. Meryasti merupakan pemborong proyek. Setelah uangnya di cairkan, dana tersebut tidak di gunakan untuk pengadaan proyek, sehingga pengajuan tersebut fiktif.

“Kerugian yang di terima mencapai Rp41 miliar yang di bagikan kepada tersangka lainnya,” ucap Irvan.

Irvan menjelaskan, hasil dari pengadaan proyek fiktif, Meryasti mendapatkan uang sebesar Rp1 miliar. Namun dirinya tidak mengetahui uang tersebut masih ada atau tidak.

“Meryasti akan langsung kami eksekusi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Irvan.

Kategori
REGIONAL

Rp2,1 Miliar Dana Bansos Untuk Bangun Kebun Melon

Rp2,1 Miliar Dana Bansos Untuk Bangun Kebun Melon

Di lansir dari tequila-orendain.com, Kejaksaan Negeri Purwokerto menetapkan dua tersangka pada kasus penyalaahgunaan dana Jaring Pengaman Sosial Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)Republik Indonesia.

Di kutip dari IDN Poker APK, dua tersangka ini menggunakan dana bansos pemulihan ekonomi dampak pandemik COVID-19 untuk membangun green house pertanian buah melon di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah.

1. Kerugian negara di perkirakan sebesar Rp2,150 miliar

Akibat peyelewengan dana bansos ini, negara mengalami kerugian hingga Rp2,150 miliar. Dana ini merupakan bantuan yang semestinya di gunakan 48 kelompok tani Banyumas.

“Tujuan dana ini kan untuk menciptakan lapangan kerja di masyarakat karena pandemik. Tujuanya untuk pengangguran dan setengah pengangguran sehingga mereka punya pekerjaan dengan modal itu,” kata Kepala Kejari Purwokerto, Sunarwan.

Kemenaker mentransfer dana Rp40 juta kepada setiap kelompok tani. Dana ini langsung di berikan kepada kelompok tani melalui rekening BRI yang di buat khusus untuk masing-masing kelompok.

Namun tersangka kemudian meminta dari setiap kelompok persis pada hari pencairan, awal Desember 2020. Tersangka menunggu ketua kelompok di depan bank. Setelah uang di cairkan, tersangka kemudian meminta uang itu dari ketua kelompok tani.

2. Tersangka janjikan bagikan keuntungan kepada kelompok tani

Dari hasil penyidikan, tersangka menggunakan dana itu untuk membangun green house pembudidayaan tanaman melon. Pembangunan green house di serahkan kepada pihak ketiga.

Green house mulai di bangun bulan Januari 2021. Jika sesuai jadwal, bulan Mei 2021 masuk masa tanam. Namun pembangunan berhenti karena kasus ini terbongkar.

Rencananya, setelah green house jadi, tersangka akan menyerahkan kepada pengelola. Kelompok tani akan di berikan persentase sebesar 40 persen dari keuntungan budidaya melon. Sementara pengelola mendapat bagian 60 persen.

“Yang mengelola bukan kelompok tani, yang mengelola sendiri. Petani di beri keuntungan kalau untung. Iya kalau untung, kalau tidak?” ujar dia.

3. Proses hukum dalam tahap pemberkasan tersangka

Alat bukti Kejaksaan juga belum sampai mengungkap jaringan politik kedua tersangka hingga bisa mencairkan bantuan dari Kemennaker. Sebab, kedua tersangka merupakan tenaga ahli seorang politikus Senayan. Ia menyebut proses pengajuan 48 proposal kelompok tani yang di bidani kedua tersangka hingga di setujui dan cair berlangsung normatif.

“Belum ada ke arah situ, dari pembuktian kami belum ada ke arah situ. Itu harus di buktikan dengan alat bukti,” ucapnya.

Kategori
REGIONAL

Republik Dominika Akan Bangun Pagar di Perbatasan Haiti

Republik Dominika Akan Bangun Pagar di Perbatasan Haiti

Republik Dominika Akan Bangun Pagar di Perbatasan Haiti – Republik Dominika adalah sebuah negara kepulauan yang menguasai 2/3 Hispaniola, pulau terbesar kedua di gugusan kepulauan Laut Karibia, Amerika Tengah. Sepertiga bagian lainnya merupakan milik Haiti. Luas wilayah Republik Dominika lebih kurang sama dengan Provinsi Jawa Timur.

Pemerintah Republik Dominika berencana membangun pagar di sepanjang perbatasannya dengan Haiti. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya imigran ilegal asal Haiti yang melarikan diri ke Republik Dominika, beserta kasus kriminalitas.

Sebelumnya Republik Dominika sudah menambah personil militernya ke perbatasan Haiti terkait dengan kerusuhan politik di Haiti. Serta mengantisipasi lonjakan warga Haiti yang deposit idn poker dana mengungsi ke negaranya.

1. Akan bangun pagar sepanjang perbatasan Haiti-Dominika
itnestor 141273519 1542327849303005 4475943731923731778 n 4b05e1ad11e871221e4135e0f2a9a211 3f33fbc596ebf2e477d181da69bbc7b3 - Republik Dominika Akan Bangun Pagar di Perbatasan Haiti

Presiden Republik Dominika Luis Abinader mengumumkan rencananya untuk membangun pagar sepanjang 376 km di perbatasan negaranya dan Haiti pada Sabtu (27/02/2021). Abinader melontarkan rencananya tersebut di depan kongres saat merayakan kemerdekaan Republik Dominika ke 177, dikutip dari The Independent.

Bahkan presiden yang berasal dari Partai Revolusioner Modern tersebut mengungkapkan apabila pagar akan dilengkapi dengan sensor gerakan, kamera pengenal wajah, radar dan sistem inframerah, dilansir dari DW.

2. Berguna untuk kurangi tindak kriminal dan imigran ilegal

Melansir dari BBC, Luis Abinader mengungkapkan jika pagar ini  berguna untuk menangkal imigran ilegal, perdagangan obat-obatan terlarang dan juga menghentikan jaringan pencurian kendaraan antara kedua negara. Sementara ia mengungkapkan jika pagar tersebut akan jadi dalam waktu dua tahun kedepan.

Rencananya pembangunan pagar perbatasan tersebut akan dilaksanakan pada paruh kedua tahun 2021 ini. Sementara biaya pembangunan konstruksi pagar ini tidak diungkapkan secara langsung ke publik, dilansir dari Reuters.

3. Abinader inginkan berikan keuntungan setimpal dengan Haiti
euxzl rxuaizocs 4b05e1ad11e871221e4135e0f2a9a211 4eac1b60d9feab56ddf1bd31a7a485b7 - Republik Dominika Akan Bangun Pagar di Perbatasan Haiti

Mengutip dari DW, Abinader juga menerangkan jika pemerintahannya akan mempertahankan keuntungan yang setimpal dengan Haiti. Bahkan ia juga akan membangun rumah sakit bersalin di perbatasan Haiti yang berasal dari dana bantuan internasional dan salah satunya akan dibangun di kota Juana Mendez.

Selama ini terjadi kontroversi di Republik Dominika karena sekitar 30 persen rumah sakit bersalin dipenuhi perempuan Haiti. Bahkan angka di perbatasan Dominika-Haiti, sekitar 60 persen pasien merupakan warga Haiti yang bekerja dan menetap di Republik Dominika.

Diperkirakan terdapat sekitar 500 ribu imigran Haiti yang tinggal di Republik Dominika dan mayoritas merupakan ilegal. Pada Januari lalu, Pemerintah Republik Dominika bersedia membantu Haiti untuk mengidentifikasi warganya yang menetap di wilayah Dominika, dilaporkan dari BBC.

Kategori
REGIONAL

Lagu Daerah Sumsel yang Memiliki Makna Filosofis Hidup yang Dalam

Lagu Daerah Sumsel yang Memiliki Makna Filosofis Hidup yang Dalam

Lagu Daerah Sumsel yang Memiliki Makna Filosofis Hidup yang Dalam – Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak di ketahui lagi pembuat/pengarangnya.

Lagu daerah adalah lagu yang sengaja di ciptakan berkat hasil pengamalan di kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Itulah mengapa lagu daerah memiliki nilai yang sangat dalam, khususnya dalam filosofi kehidupan.

Seperti lagu daerah Sumatra Selatan ini, bukan hanya kita di ajarkan untuk berseni, namun juga memahami filosofi yang terkandung di aplikasi idn poker dalamnya. Nah, untuk memahami lebih dalam terkait apa filosofi yang di berikan. Ini dia daftarnya.

1. Dek Sangke

Dek sangke yang jika di terjemahkan ke bahasa Indonesia berarti tidak di sangka yang memiliki makna tidak disangka adanya kebohongan yang pada akhirnya pasti akan terbongkar.

Lagu yang memiliki lirik pantun ini menceritakan karakter seseorang yang tidak jujur. Seperti orang yang lemah, padahal berlagak kuat. Bisa juga di maknai dengan seseorang yang tidak punya apa-apa namun berlagak sok punya.

2. Sayang Selayak

Apa yang diajarkan di dalam lagu ini adalah rasa cinta damai dan rasa untuk saling mengayomi. Bukan hanya mencintai karena kita butuh dia di kehidupan kita, namun kita mencintai karena memang kita benar-benar ikhlas.

Lagu daerah Sumatra Selatan ini sering di bawakan untuk berbagai ajang dan sebagai sarana untuk menasehati. Dengan lirik yang sederhana, lagu ini tidak kehabisan makna bagi mereka yang mendengarkannya.

3. Sukat Malang

“Sukat Malang” yang berarti nasib yang malang adalah sebuah lagu yang menceritakan seseorang yang menyesali keadaan dirinya, dirinya yang hidup seorang diri, bernasib seperti bunga alang-alang yang tertiup angin, hidup tiada arah dan terombang-ambing. Lagu ini jelas mewakili isi perasaan orang-orang yang harus kehilangan seseorang yang dia kasihi.

Nah, walaupun harus menerima takdir yang demikian. Bukan waktunya terus meratapi kesedihan. Ingat, dirimu juga butuh untuk di bahagiakan.

4. Gending Sriwijaya

Lagu daerah Sumatera Selatan ini menggambarkan bagaimana kejayaan masa lalu Kerajaan Sriwijaya. Lagu “Gending Sriwijaya” di ciptakan oleh A. Dahlan Muhibat dan Nungtjik A.R. di tahun 1943. Lagu ini memiliki makna “Jas Merah”yang berarti jangan sesekali melupakan sejarah.

Apa yang penting di lagu ini adalah bahwa sejarah adalah nilai yang penting yang menjadi falsafah hidup. Sejarah adalah harta yang pusaka dan menjadi citra sebuah wilayah. Dengan mencintai sejarah juga menjadi jalan untuk tetap setia kepada negeri sendiri.

5. Idup Nak Rantau

Mereka yang pergi jauh mengadu nasib ke negari orang dan berusaha mencari jati diri namun ujungnya di khianati sangatlah pas untuk menyanyikan lagu ini.

Sebab lagu ini menceritakan tentang seseorang yang telah berjuang di tanah rantau namun akhirnya dia harus mendapati dirinya di khianati oleh kekasihnya yang tega menikah dengan orang lain.